Kanker anak, Diagnosis dan perawatannya

Pada tanggal 28 September 2018 di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan inisiatif global barunya untuk mengatasi perbedaan antara kelangsungan hidup anak di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Setiap tahun, lebih dari 300.000 anak usia lahir hingga 19 tahun di diagnosis menderita kanker di seluruh dunia. Sekitar 8 dari 10 anak-anak ini tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana tingkat kelangsungan hidup mereka seringkali mendekati 20%. Ini sangat kontras dengan negara-negara berpenghasilan tinggi, di mana angka kesembuhan melebihi 80% untuk banyak kanker pada anak-anak.

Karena hal inilah di hari internasional kanker anak hal ini menjadi sebuah prioritas. memastikan hak anak untuk diagnosis dini dan tepat, hak untuk mengakses obat-obatan esensial yang menyelamatkan jiwa, hak untuk perawatan medis yang tepat dan berkualitas, hak untuk perawatan tanpa rasa sakit dan penderitaan dan ketika suatu penyembuhan tidak dapat dicapai, hak anak untuk kematian tanpa rasa sakit adalah tanggung jawab semua lapisan mulai dari pemerintah, penyedia layanan kesehatan, industri kesehatan, komunitas kesehatan, orang tua dan masyarakat pada umumnya.

Maksud dan tujuan WHO sendiri untuk menghilangkan semua rasa sakit dan penderitaan anak-anak yang melawan kanker dan mencapai setidaknya 60% kelangsungan hidup untuk semua anak yang di diagnosis dengan penyakit ini di seluruh dunia pada tahun 2030. Ini mewakili perkiraan dua kali lipat dari angka kesembuhan saat ini. dan akan menyelamatkan satu juta nyawa anak-anak selama dekade berikutnya.

Anak-anak adalah masa depan kita setiap 3 menit seorang anak meninggal karena penyakit ini, diagnosis dini dan perawatan berkualitas meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. Memajukan teknologi penyembuhan, mentransformasi perawatan dan menanamkan harapan bisa membantu penyembuhan kanker pada anak.

Pentingnya memonitor tanda-tanda vital pada anak seperti tekanan darah, gula darah, berat dan tinggi badan sampai tumbuh kembang anak bisa menjadi sebuah diagnosis dini. melalui +hubsehat sebuah aplikasi kesehatan yang bisa memonitor tanda-tanda vital dari riwayat medis dan tindakan medis yang pernah di lakukan sampai akses obat-obatan essensial yang pernah dikonsumsi menjadikannya metode transformasi perawatan digital, +hubsehat ada di beberapa platform populer seperti Android, IOS dan WEB base.

https://hubsehat.com/2019/02/14/kanker-anak/

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Di bulan suci ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, tidak makan dan minum mulai dari waktu subuh hingga magrib. Meski demikian, jika dilakukan dengan benar ada beragam manfaat puasa yang bisa dipetik termasuk bagi kesehatan fisik dan mental seseorang.

Beberapa manfaat puasa yang bisa Anda petik adalah sebagai berikut:

  • Mengontrol kadar gula darah  

Beberapa studi menyebutkan bahwa berpuasa dapat membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil, sehingga bermanfaat untuk pasien diabetes. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, mencit yang berpuasa secara berselang-seling memiliki kadar insulin yang lebih terkontrol dibandingkan dengan mencit yang menjalani diet rendah kalori.

Studi lain yang dipublikasikan di World Journal of Diabetes, penelitian yang dilakukan pada 10 subjek dengan diabetes tipe 2 menyebutkan bahwa menjalani ibadah puasa dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Selain itu, berpuasa juga dapat menurunkan resistensi insulin, sehingga sensitivitas tubuh terhadap insulin meningkat dan transpor glukosa dari jaringan peredaran darah ke sel-sel tubuh semakin efisien.

Namun, sebelum berpuasa, penyandang diabetes yang mengonsumsi obat atau pun insulin tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar penurunan kadar gula darah tidak terjadi secara drastis yang justru dapat membahayakan pasien sendiri.

  • Menurunkan berat badan 

Banyak orang yang sedang berdiet memilih “jalan pintas” dengan berpuasa untuk menurunkan berat badan secara singkat. Secara teori, tidak makan dan minum memang dapat menurunkan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh, sehingga terjadi penurunan berat badan.

Menurut penelitian yang dilansir di The American Journal of Clinical Nutrition, disebutkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan metabolisme melalui peningkatan kadar norepinefrin di dalam tubuh, sehingga terjadi penurunan berat badan.

Bahkan, pada salah satu review yang dipublikasikan di jurnal Nutrition, disebut juga bahwa berpuasa selama sehari penuh dapat menurunkan berat badan hingga 9% dan menurunkan massa lemak tubuh secara signifikan setelah menjalankannya selama 12-24 minggu. Namun, tentu saja agar penurunan berat badan berlangsung stabil, perlu diperhatikan juga menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

  • Menurunkan kadar kolesterol darah

Menurut publikasi yang dilansir oleh American Heart Association pada tahun 2017, disebutkan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia dan diperkirakan 31,5% orang meninggal dunia akibat penyakit jantung. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah peningkatan kadar kolesterol.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity, disebutkan bahwa berpuasa selama 8 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) hingga 25% dan kadar trigliserida hingga 32%.

Bahkan, pada sebuah studi yang dilakukan pada 4.629 orang dan dilansir American Journal of Cardiology, menyebutkan bahwa dengan berpuasa dapat menurunkan risiko mengalami penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

  • Menurunkan tingkat stres

Pada penderita depresi atau stres, ternyata puasa juga dapat memberikan manfaat secara psikologis. Hal ini terjadi karena saat berpuasa, penderita stres dan depresi akan belajar untuk berkata tidak pada makanan. Itu merupakan langkah awal untuk mengambil kontrol penuh dalam hidupnya. 

Selain itu, berpuasa di bulan Ramadan membuat seseorang tak hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi juga menahan hawa nafsu lainnya, menjadi lebih bersabar, dan lebih tenang. Semua itu adalah hal-hal positif yang dapat membantu seseorang terhindar dari stres.

Berpuasa memang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Namun, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, ada baiknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa. Selanjutnya dokter tentu akan memberikan solusi yang tepat agar Anda juga tetap bisa mendapatkan manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental Anda.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3627292/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental

5 Cara Menghitung IMT untuk Panduan Hidup Sehat

Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat membantu kamu untuk hidup lebih sehat. Mau tahu bagaimana caranya menghitungnya?

Menjaga berat badan merupakan salah satu cara untuk menghindari tubuh dari berbagai macam penyakit. Indeks massa tubuh alias BMI merupakan metrik standar yang dapat menentukan siapa saja yang masuk dalam golongan berat badan sehat dan tidak sehat. IMT dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

IMT = berat Badan (kg) : (tinggi Badan (m) x tinggi badan (m))

Setelah hasil didapat, bandingkan angka BMI dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:

– Kurang dari 17,0 termasuk dalam kategori kurus tingkat berat
– 17,0-18,4 termasuk dalam kategori kurus tingkat ringan
– 18,5-25,0 termasuk dalam kategori normal
– 25,1-27,0 termasuk dalam kategori gemuk tingkat ringan
– Di atas 27 termasuk dalam kategori gemuk tingkat berat

Berikut perhitungan Berat Badan Ideal (IMT) berdasarkan usia dapat menggunakan rumus:

1. Cara Menghitung IMT Bayi Usia 1-6 Bulan

Rumusnya: Berat Badan Lahir (gr) + (Usia x 600 gram)

2. Cara Menghitung IMT Bayi Usia 7-12 Bulan

Rumusnya: Berat Badan Lahir (gr) + (Usia x 500 gram)

3. Cara Menghitung IMT Anak Usia 1-5 Tahun

Rumusnya: 2n + 8

n merupakan usia dalam tahun dan bulan. Sebagai contoh, jika usia 16 bulan, maka ditulis 1,4 yang dibaca 1 tahun 4 bulan.

Baca juga: Punya Badan Gemuk tapi Sehat, Mungkinkah?

4. Cara Menghitung IMT Dewasa

Rumusnya: Berat Badan (kg) : (Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m))

Rumus IMT di atas juga dapat digunakan untuk remaja usia 15 tahun ke atas.

5. Cara Menghitung IMT Pada Ibu Hamil

Cara menghitung IMT ibu hamil dapat melihat dengan menghitung IMT sebelum kehamilan.

Kemudian dapat menggunakan rumus: -1,2 x IMT + 42

Hasil yang didapatkan menjadi rata-rata kenaikan berat badan ideal selama hamil. Setelah mengetahui cara menghitung IMT, kamu dapat menggunakannya sebagai titik acuan untuk menjaga kesehatan.

Tetap jaga posisi IMT pada kondisi normal, perhatikan pula massa otot dan lingkar pinggang guna memberikan acuan komprehensif tentang kesehatan tubuh secara general.

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4596983/5-cara-menghitung-imt-untuk-panduan-hidup-sehat

Design a site like this with WordPress.com
Get started